Rabu, 07 September 2016
Nurul Naila TVRI
Nurul Naila | LinkedIn
https://id.linkedin.com/in/nurul-naila-03943a118- NEWS PRESENTER & MASTER OF …
- 120 CONNECTIONS
- INDONESIA
Nurul Naila Kick Off TVRI Sport 2014-0001 - YouTube
- BY KICKOFF TVRI
- 1 MIN
- 1,1K VIEWS
Foto 3 Nurul Tvri | Related | Berita Bola - mbahweb.com
Nurul Naila | LinkedIn
https://www.linkedin.com/in/nurul-naila-03943a118View Nurul Naila’s professional profile on LinkedIn. LinkedIn is the world's largest business network, helping professionals like Nurul Naila discover inside ...Televisi Republik Indonesia - Wikipedia bahasa Indonesia ...
Televisi Republik Indonesia (TVRI) ... Nurul Kamila Aswan; Nurul Naila; Norma Novicka; Happy Goeritman; Shana Basman; Iwan Chandra Lamisi; Kenan Judge; Dhoni …- Sejarah ·
- Kontroversi ·
- Programa 2 ·
- Stasiun ·
- Galeri logo ·
- Acara terkenal
Kamila Tvri Sport Bugil | Related | Berita Bola
Nurul Naila Kick Off TVRI Sport 2014-0001 - wapwon.cc
Templat:Penyiar TVRI - Wikipedia bahasa Indonesia ...
Search Results Tvri Sport - Mp3suara.bid
Download Free Nurul Jamilah Tvri (3.25MB) Mp3
Kesultanan Lamuri
Kesultanan Lamuri
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas


Nisan makam seorang yang tidak disebut namanya, boleh jadi milik seorang ulama sufi yang meninggal pada tahun 839 H/1437 M
Sumber asing menyebut nama kerajaan yang mendahului Aceh yaitu "Lamuri", "Ramni", "Lambri", "Lan-li", "Lan-wu-li". Penulis Tionghoa Zhao Rugua (1225) misalnya mengatakan bahwa "Lan-wu-li" setiap tahun mengirim upeti ke "San-fo-chi" (Sriwijaya). Nagarakertagama (1365) menyebut "Lamuri" di antara daerah yang oleh Majapahit diaku sebagai bawahannya. Dalam Suma Oriental-nya, penulis Portugis Tomé Pires mencatat bahwa Lamuri tunduk kepada raja Aceh.
Daftar isi
Raja-raja
Batu nisan tipe plak pling yang merupakan ciri khas nisan dari Kerajaan Lam Reh
- Malik Syamsuddin (wafat 822 H/1419 M)
- Malik 'Alawuddin (wafat 822 H/1419 M)
- Muzhhiruddin. Diperkirakan seorang raja, tanggal wafat tidak diketahui.
- Sultan Muhammad bin 'Alawuddin (wafat 834 H/1431 M)
- Malik Nizar bin Zaid (wafat 837 H/1434 M)
- Malik Zaid (bin Nizar?) (wafat 844 H/1441 M)
- Malik Jawwaduddin (wafat 842 H/1439 M)
- Malik Zainal 'Abidin (wafat 845 H/1442 M)
- Malik Muhammad Syah (wafat 848 H/1444 M)
- Sultan Muhammad Syah (wafat 908 H/1503 M)[2][3]
Situs
Situs Kerajaan Lamuri di kampung Lam Reh kecamatan Mesjid Raya saat ini terancam musnah dikarenakan adanya rencana pembangunan lapangan golf oleh investor.[7]Galeri
Lihat pula
Catatan kaki
- ^ Lamuri dan Sekilas Usaha MAPESA untuk Menyelamatkannya
- ^ Lamuri dan Sekilas Usaha MAPESA untuk Menyelamatkannya
- ^ Kawasan Situs Sejarah Lamuri untuk Anak Cucu
- ^ Evidence of the Beginning of Islam in Sumatera: Study on the Acehnese Tombstone hal. 139
- ^ Lamuri dan Sekilas Usaha MAPESA untuk Menyelamatkannya
- ^ Universitas Syiah Kuala pamerkan prasasti kerajaan Islam Lamuri
- ^ Situs Kerajaan Lamuri Nyaris Musnah
Sumber
- Keat Gin Ooi, Southeast Asia: a historical encyclopedia, from Angkor Wat to East Timor, 2004, ISBN 1-57607-770-5
- Ricklefs, M. C., A History of Modern Indonesia since c. 1200, Palgrave MacMillan, New York, 2008 (terbitan ke-4), ISBN 978-0-230-54686-8
Bacaan lebih lanjut
- Nouvelles données sur les royaumes de Lamuri et Barat
- Beyond Serandib: A Note on Lambri at the Northern Tip of Aceh
- Lamuri telah Islam sebelum Pasai
- Kesultanan Lamuri
- Evidence of the Beginning of Islam in Sumatera: Study on the Acehnese Tombstone
- Nisan Plakpling, tipe nisan peralihan dari pra-Islam ke Islam
Kerajaan Pannai
Kerajaan Pannai
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Candi Bahal I, di Padang Lawas, Sumatera Utara. Salah satu peninggalan Kerajaan Pannai.
Catatan sejarah
Keberadaan kerajaan ini pertama kali diketahui dari Prasasti Tanjore yang berbahasa Tamil berangka tahun 1025 dan 1030 Saka yang dibuat Raja Rajendra Cola I, di India Selatan, yang menyebutkan tentang penyerangannya ke Sriwijaya. Prasasti ini menyebutkan bahwa kerajaan Pannai dengan kolam airnya merupakan salah satu taklukan Rajendra Cola I dari Colamandala India.[1] Selain Pannai, penyerbuan Chola ini juga disebutkan telah menaklukkan Malaiyur, Ilangasogam, Madamalingam, Ilamuri-Desam, dan Kadaram. Disebutkannya kerajaan Pannai sebagai salah satu negeri taklukan dalam penyerbuan ke Sriwijaya ini menimbulkan dugaan bahwa kerajaan Pannai adalah salah satu negeri anggota mandala Sriwijaya.Tiga abad kemudian nama kerajaan ini kembali disebutkan dalam kitab Nagarakertagama, naskah kuno Kerajaan Majapahit tulisan Empu Prapanca berangka tahun 1365 Saka. Dalam pupuh ke-13 disebutkan Pane sebagai bagian dari negeri-negeri di Sumatera yang dibawah pengaruh mandala Majapahit. Singhasari melalui Ekspedisi Pamalayu berhasil menarik kerajaan Malayu Dharmasraya masuk dalam pengaruh Singhasari, maka segenap negeri bawahan Dharmasraya seperti Palembang, Teba, Kandis, Kahwas, Minangkabau, Siak, Rokan, Kampar, Pane, Kampe, Haru, Mandailing, Tamiyang, Perlak, Padang Lawas, Samudra, Lamuri, Batan, Lampung, dan Barus pun masuk dalam lingkungan pengaruh Jawa Singhasari dan kemudian diwarisi oleh Majapahit.
Peninggalan bersejarah
Para arkeolog dan sejarahwan berusaha mencari lokasi kerajaan ini, dan karena kesamaan nama tempat maka merujuk pada daerah di sekitar muara sungai Panai dan sungai Barumun, pantai timur Sumatera Utara yang menghadap perairan Selat Melaka, kini terletak di Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara. Pada tahun 1846 Franz Junghuhn, seorang ahli geologi dan Komisaris Hindia Timur melaporkan temuan kompleks biaro di Padanglawas di daerah hulu sungai Barumun. Daerah luas yang sunyi dengan runtuhan biaronya, dahulu kala pernah menjadi pusat keagamaan Kerajaan Pannai.[2] Sebuah kerajaan yang kurang dikenal dalam percaturan sejarah kuno Indonesia.Daerah Padanglawas merupakan dataran rendah yang kering, pada masa lampau mungkin tidak pernah menjadi pusat pemukiman, dan hanya berfungsi sebagai pusat upacara keagamaan. Meskipun daerah ini dapat dicapai melalui jalan sungai dan jalan darat, yang dapat berarti tidak terisolir, tetapi lingkungan Padanglawas yang sering bertiup angin panas tidak memungkinkan untuk bercocok tanam. Oleh karena itulah, diduga bahwa pemukiman masyarakat pendukung budaya biaro Padanglawas seharusnya bermukim di daerah muara Sungai Panai dan Barumun, tidak di sekitar kompleks percandian.[2] Maka diduga pusat kerajaan Pannai terletak di daerah yang lebih subur dan lebih dekat ke jalur perdagangan Selat Melaka, yaitu di sekitar muara sungai Panai dan Barumun.
Rujukan
- ^ Sastri, K.A.N., (1949). History of Sri Vijaya. University of Madras.
- ^ a b Bambang Budi Utomo. "Percandian Padanglawas" (PDF). Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional. Budpar.go.id. Diakses tanggal 17 march 2013.
Kesultanan Deli
Kesultanan Deli
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
| Negeri Kesultanan Deli كسولتانن دلي |
||||||
|
||||||
|
||||||
|
Wilayah Kesultanan Deli pada tahun 1930 (pada peta berwarna kuning)
|
||||||
| Ibu kota | Deli Tua, Labuhan Deli, Kota Medan | |||||
| Bahasa | Melayu | |||||
| Agama | Islam | |||||
| Bentuk Pemerintahan | Monarki Kesultanan | |||||
| Sultan | ||||||
| - | 1632-1669 | Tuanku Panglima Gocah Pahlawan | ||||
| - | 1945-1967 | Sultan Osman Al Sani Perkasa Alamsyah | ||||
| - | 2005-Sekarang | Sultan Mahmud Lamanjiji Perkasa Alamsyah | ||||
| Sejarah | ||||||
| - | Didirikan | 1632 | ||||
| - | Revolusi Sosial Sumatera Timur | 1946 | ||||
Daftar isi
Sejarah
Pendirian
Menurut Hikayat Deli, seorang pemuka Aceh bernama Muhammad Dalik berhasil menjadi laksamana dalam Kesultanan Aceh. Muhammad Dalik, yang kemudian juga dikenal sebagai Gocah Pahlawan dan bergelar Laksamana Khuja Bintan (ada pula sumber yang mengeja Laksamana Kuda Bintan), adalah keturunan dari Amir Muhammad Badar ud-din Khan, seorang bangsawan dari Delhi, India yang menikahi Putri Chandra Dewi, putri Sultan Samudera Pasai. Dia dipercaya Sultan Aceh untuk menjadi wakil bekas wilayah Kerajaan Haru yang berpusat di daerah Sungai Lalang-Percut.Dalik mendirikan Kesultanan Deli yang masih di bawah Kesultanan Aceh pada tahun 1632. Setelah Dalik meninggal pada tahun 1653, putranya Tuanku Panglima Perunggit mengambil alih kekuasaan dan pada tahun 1669 mengumumkan memisahkan kerajaannya dari Aceh. Ibu kotanya berada di Labuhan, kira-kira 20 km dari Medan.
Sebuah pertentangan dalam pergantian kekuasaan pada tahun 1720 menyebabkan pecahnya Deli dan dibentuknya Kesultanan Serdang. Setelah itu, Kesultanan Deli sempat direbut Kesultanan Siak dan Aceh.
Masa Kolonial
Pada masa ini Kesultanan Deli berkembang pesat. Perkembangannya dapat terlihat dari semakin kayanya pihak kesultanan berkat usaha perkebunan, terutamanya tembakau, dan lain-lain. Selain itu, beberapa bangunan peninggalan Kesultanan Deli juga menjadi bukti perkembangan daerah ini pada masa itu, misalnya Istana Maimun dan Masjid Raya Medan.
Tembakau Deli merupakan komoditas unggul yang sangat bernilai jual di dunia internasional saat itu. Kemajuan perkebunan tembakau Deli berawal pada tahun 1862 ketika perusahaan Belanda, JF van Leuween, mengirimkan ekspedisi ke Tanah Deli yang kala itu diwakili oleh Jacobus Nienhuys. Setiba di Deli, mereka menemukan lokasi yang masih perawan, Deli saat itu adalah dataran rendah berawa-rawa dan mayoritas ditutupi hutan-hutan primer.
Usaha awal ini gagal, JF van Leuween memutuskan mundur setelah membaca laporan tim perusahaan, tetapi Jacobus Neinhuys tidak putus asa. Setelah mendapat konsesi tanah dari Sultan Mahmud Al Rasyid, Neinhuys menanam tembakau di Tanjung Spasi. Kali ini usahanya berasil, contoh daun tembakau hasil panen yang dikirim ke Rotterdam diakui sebagai tembakau bermutu tinggi. Sejak itulah, tembakau Deli yang bibitnya diperkirakan berasal dari Decatur County, Georgia, Amerika Serikat menjadi terkenal.
Deli Maatschappij, perusahaan perkebunan yang didirikan oleh Jacobus Neinhuys, P.W. Jenssen, dan Jacob Theodore Cremer, pada tahun 1870 telah berhasil mengekspor tembakau sedikitnya 207 kilogram. Pada tahun 1883 perusahaan ini mengekspor tembakau Deli hampir 3,5 juta kilogram, dan ditaksir nilai kekayaan perusahaan ini mencapai 32 juta gulden pada tahun 1890. Puncaknya pada awal abad ke-20 ketika Deli Maatschappij tampil sebagai "raja tembakau Deli". Diperkirakan lebih 92 % impor tembakau cerutu Amerika Serikat berasal dari Kesultanan Deli.
Sultan Ma'moen Al Rasyid (1873-1924) berusaha melakukan perubahan sistem pemerintahan dan perekonomian. Perubahan sistem ekonomi yang dilakukan adalah pengembangan pembangunan pertanian dan perkebunan dengan cara meningkatkan hubungan dengan pihak swasta yang yang menyewa tanah untuk dijadikan perkebunan internasional. Hubungan tersebut hanya sebatas antara pemilik dan penyewa. Hasil perkebunan yang meningkat dan hasil penjualan yang sangat menguntungkan membuat pihak Belanda semakin ingin memperluas lahan yang telah ada. Pihak Belanda kemudian melakukan negosiasi baru untuk mendapatkan lahan yang lebih luas dan lebih baik lagi. Keuntungan ini tidak hanya didapati oleh pihak swasta saja, pihak kesultanan juga mendapat hasil yang sangat signifikan. Dana melimpah kesultanan saat itu digunakan untuk meperbaiki fasilitas pemerintahan, pertanian, perkebunan, dan lainnya.
Masa Pendudukan Jepang
Pada tanggal 12 Maret 1942 mendarat pasukan "Imperial Guard" (pasukan penjaga kaisar yang sangat terlatih dan terpilih) di Perupuk Tanjung Tiram (Batubara) di bawah pimpinan Jenderal Kono dan dari sana mereka segera menuju Medan. Sementara itu pasukan KNIL dan Stadwacht Belanda berhasil melarikan diri menuju Tanah Karo untuk bertahan di Gunung Setan (Tanah Alas), tetapi di tengah jalan banyak orang-orang pribumi yang merampas pakaian seragam Belanda itu dan kembali ke kampung masing-masing. Karena sisa pasukan Belanda yang 3.000 orang itu tidak akan sanggup melawan pasukan Jepang sebanyak 30.000 orang yang terlatih dan berpengalaman perang, maka pada tanggal 29 Maret 1942 Jenderal Overakker dan Kolonel Gosenson menyerah kepada Jepang.Sejak direbutnya Malaya, Singapura, dan Sumatera oleh Bala Tentara ke 25 Jepang, maka tanggung jawab pemerintahan dipikul oleh markas Bala Tentara ke 25 yang berkedudukan di Singapura. Sampai sekitar April 1943, kesatuan pemerintahan masih dipegang oleh Bala Tentara ke 25 sebelum akhirnya dipindahkan ke Bukittinggi. Sejak itu pemerintahan administrasi Sumatera dan Malaya/Singapura terpisah. Di Sumatera, Jepang hampir-hampir tidak melakukan perubahan sistem pemerintahan yang ada. Setiap Residen disebut syu dan dibawah pengawasan seorang pejabat militer yang disebut gunseibu. Eksistensi kesultanan-kesultanan di Sumatera Timur masih tetap diakui. Bala Tentara ke 25 membagi Sumatera Timur menjadi 5 pusat konsentrasi militer Jepang, yaitu sekitar Binjai (Padang Brarang), Sungai Karang (Galang), Dolok Merangir, Kisaran, dan perkebunan Wingfoot.
Setelah Proklamasi Kemerdekaan
Sultan Mahmud Lamanjiji Perkasa Alamsyah (empat dari kiri), Sultan Deli XIV, saat menghadiri pembukaan Festival Melayu Agung tahun 2012 di Medan.
Karena sulitnya komunikasi dan transportasi, berita proklamasi kemerdekaan 17 Agustus baru dibawa oleh Mr. Teuku Muhammad Hasan selaku Gubernur Sumatera serta Mr. Amir selaku Wakil Gubernur Sumatera dan diumumkan di Lapangan Fukereido (sekarang Lapangan Merdeka), Medan pada tanggal 6 Oktober 1945. Pada tanggal 9 Oktober 1945 pasukan AFNEI dibawah pimpinan Brigjen. T.E.D. Kelly mendarat di Belawan. Kedatangan pasukan AFNEI ini diboncengi oleh pasukan NICA yang dipersiapkan untuk mengambil alih pemerintahan dan membebaskan tawanan perang orang-orang Belanda di Medan.
Meletusnya revolusi sosial tidak terlepas dari sikap beberapa kelompok bangsawan yang tidak segera mendukung republik setelah adanya Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Beberapa kelompok bangsawan tidak begitu antusias dengan pembentukan republik, karena setelah Jepang masuk, Jepang mencabut semua hak istimewa kaum bangsawan dan lahan perkebunan diambil alih oleh para buruh. Beberapa bangsawan merasa dirugikan dan berharap untuk mendapatkan hak-haknya kembali dengan bekerja sama dengan NICA, sehingga semakin menjauhkan diri dari pihak pro-republik. Walaupun saat itu juga banyak kaum bangsawan dan sultan yang mendukung kelompok pro-republik, seperti Amir Hamzah dari Kesultanan Langkat dan Sultan Sulaiman Syariful Alamshah dari Kesultanan Serdang.
Sementara itu, pihak pro-republik mendesak kepada komite nasional wilayah Sumatera Timur agar sistem pemerintahan swapraja dihapuskan dan menggantikannya dengan pemerintahan demokrasi rakyat sesuai dengan semangat perjuangan kemerdekaan. Namun pihak pro-repbulik sendiri terpecah menjadi dua kubu; kubu moderat yang menginginkan pendekatan secara kooperatif untuk membujuk beberapa bangsawan dan kubu radikal (yang didukung kaum komunis) yang menginginkan jalan kekerasan dengan penggalangan massa para buruh perkebunan.
Revolusi oleh kaum radikal akibat hasutan kaum komunis pecah pada Maret 1946. Berawal di Kesultanan Asahan, revolusi menjalar ke seluruh monarki Sumatera Timur, termasuk Kesultanan Deli. Istana Sultan Deli (Istana Maimun) beserta Sultan dan para bangsawan berhasil terlindungi karena penjagaan TRI dan adanya benteng pertahanan tentara sekutu di Medan.
Sultan
- Lihat: Daftar Sultan Deli
Sistem Pemerintahan
Istana Maimun di Medan.
Pada masa pemerintahan Panglima Parunggit (Raja Deli II), Deli memproklamirkan kemerdekaannya dari Kesultanan Aceh pada tahun 1669 mengikuti jejak-jejak negeri pesisir, dan berhubungan dagang dengan VOC di Melaka. Pada masa pemerintahan Panglima Paderap (Raja Deli III) terjadi perluasan wilayah di pesisir pantai hingga Serdang dan Denai.
Menurut laporan Jhon Anderson yang berkunjung ke Deli pada tahun 1823, bahwa Sultan Amaluddin Mangendar (Sultan Deli VI) adalah penguasa Deli pertama yang bergelar "Sultan" setelah Deli ditaklukan Kesultanan Siak pada tahun 1814. Menurut laporan Jhon Anderson pula, Sultan Deli dalam memerintah dibantu oleh 8 orang menteri dimana Sultan berkonsultasi soal perang, mengatur pemerintahan sehari-hari, mengadili perkara pidana, dan lain-lain.
Mereka itu ialah :
- Nahkoda Ngah bergelar Timbal-Timbalu
- Wak-Wak
- Salim
- Tok Manis
- Dolah
- Wakil
- Penghulu Kampong
Nurul Naila On TVRI
Televisi Republik Indonesia
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas


| TVRI Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia |
|
|---|---|
| Diluncurkan | 24 Agustus 1962 |
| Pemilik | Pemerintah Indonesia |
| Slogan | Menjalin Persatuan dan Kesatuan (1962-2001) Makin Dekat di Hati (2001-2005) Saluran Pemersatu Bangsa (2012-sekarang) Betul Sekali (2015-sekarang) |
| Negara | |
| Kantor pusat | |
| Saluran saudara | TPI (1991-1997) QTV (2000-2011) Swara (2000-sekarang) TV Edukasi (2004-2014) |
| Situs web | www |
| Ketersediaan nasional | |
| Terestrial | |
| Jakarta | 31 UHF (TVRI Jakarta) 39 UHF (TVRI Nasional) |
| Bandung | 7 VHF (TVRI Bandung) 27 UHF (TVRI Nasional) |
| Bogor | 7 VHF (TVRI Bandung) 39 UHF (TVRI Nasional) |
| Tanjung Pinang | 6 (1) UHF (TVRI Nasional) 6 (2) UHF (TVRI Batam) |
| Semarang | 5 VHF (TVRI Semarang) 23 UHF (TVRI Nasional) |
| Bintan | 6 (1) UHF (TVRI Nasional) 6 (2) UHF (TVRI Batam) |
| Surabaya | 10 VHF (TVRI Surabaya) 26 UHF (TVRI Nasional) |
| Makassar | 5 VHF (TVRI Makassar) 50 UHF (TVRI Nasional) |
| Banda Aceh | 36 UHF (TVRI Nasional & TVRI Aceh) |
| Medan | 6 VHF (TVRI Medan) 47 UHF (TVRI Nasional) |
| Batam (Pulau Batam) | 6 (1) UHF (TVRI Nasional) 6 (2) UHF (TVRI Batam) |
| Yogyakarta | 9 VHF (TVRI Yogyakarta) 22 UHF (TVRI Nasional) |
| Denpasar (Bali) | 9 VHF (TVRI Bali) 21 UHF (TVRI Nasional) |
| Bandar Lampung | 40 UHF (TVRI Bandar Lampung) 50 UHF (TVRI Nasional) |
| Palembang | 10 VHF (TVRI Palembang) 40 UHF (TVRI Nasional) |
| Padang | 7 VHF (TVRI Padang) 25 UHF (TVRI Nasional) |
| Pekanbaru | 8 VHF (TVRI Riau) 50 UHF (TVRI Nasional) |
| Pontianak | 8 VHF (TVRI Pontianak) 50 UHF (TVRI Nasional) |
| Banjarmasin | 4 VHF (TVRI Banjarmasin) sampai 2014 40 UHF (TVRI Nasional & TVRI Kalimantan Selatan) |
| Malang | 10 VHF (TVRI Surabaya) 26 UHF (TVRI Nasional) |
| Manado | 10 VHF (TVRI Manado) 45 UHF (TVRI Nasional) |
| Kediri | 10 VHF (TVRI Malang) 26 UHF (TVRI Nasional) |
| Mattaram, Lombok | 7 VHF (TVRI Lombok) 12 UHF (TVRI Nasional) |
| Makassar | 5 VHF (TVRI Makassar) 20 UHF (TVRI Nasional) |
| Pematang Siantar | 6 VHF (TVRI Medan) 47 UHF (TVRI Nasional) |
| Rantau Parapat | 6 VHF (TVRI Medan) 47 UHF (TVRI Nasional) |
| Binjai | 6 VHF (TVRI Medan) 47 UHF (TVRI Nasional) |
| Sibolga | 6 VHF (TVRI Medan) 47 UHF (TVRI Nasional) |
| Tanjung Balai | 6 VHF (TVRI Medan) 47 UHF (TVRI Nasional) |
| Tebing Tinggi | 6 VHF (TVRI Medan) 47 UHF (TVRI Nasional) |
| Boyolangu | 10 VHF (TVRI Surabaya) 26 UHF (TVRI Nasional) |
| Jambi | 27 UHF (TVRI Nasional) |
| Solo | 10 VHF (TVRI Surabaya) 26 UHF (TVRI Nasional) |
| Atambua | 10 VHF (TVRI Nasional) 20 VHF (TVRI Nasional) |
| Satelit | |
| Indovision | 118 |
| TransVision | 124 |
| OrangeTV | 901 |
| Kabel | |
| First Media | 5 |
| Televisi Internet | |
| UseeTV | TVRI |
Dahulu TVRI pernah menayangkan iklan dalam satu tayangan khusus yang dengan judul acara Mana Suka Siaran Niaga (sehari dua kali). Sejak April tahun 1981 hingga akhir 90-an TVRI tidak diperbolehkan menayangkan iklan, dan akhirnya TVRI kembali menayangkan iklan. Status TVRI saat ini adalah Lembaga Penyiaran Publik. Sebagian biaya operasional TVRI masih ditanggung oleh negara.
TVRI memonopoli siaran televisi di Indonesia sebelum tahun 1989 ketika didirikan televisi swasta pertama RCTI di Jakarta, dan SCTV pada tahun 1990 di Surabaya.
Daftar isi
Sejarah
Latar belakang
- Pada tahun 1961, Pemerintah Indonesia memutuskan untuk memasukkan proyek media massa televisi ke dalam proyek pembangunan Asian Games IV di bawah koordinasi urusan proyek Asian Games IV.
- Pada tanggal 25 Juli 1961, Menteri Penerangan mengeluarkan SK Menpen No. 20/SK/M/1961 tentang pembentukan Panitia Persiapan Televisi (P2T).
- Pada 23 Oktober 1961, Presiden Soekarno yang sedang berada di Wina mengirimkan teleks kepada Menteri Penerangan saat itu, Maladi untuk segera menyiapkan proyek televisi (saat itu waktu persiapan hanya tinggal 10 bulan) dengan jadwal sebagai berikut:
- Membangun studio di eks AKPEN di Senayan (TVRI sekarang).
- Membangun dua pemancar: 100 watt dan 10 Kw dengan tower 80 meter.
- Mempersiapkan software (program dan tenaga).
- Pada tanggal 17 Agustus 1962, TVRI mulai mengadakan siaran percobaan dengan acara HUT Proklamasi Kemerdekaan Indonesia XVII dari halaman Istana Merdeka Jakarta, dengan pemancar cadangan berkekuatan 100 watt. Kemudian pada 24 Agustus 1962, TVRI mengudara untuk pertama kalinya dengan acara siaran langsung upacara pembukaan Asian Games IV dari stadion utama Gelora Bung Karno.
- Pada tanggal 20 Oktober 1963, dikeluarkan Keppres No. 215/1963 tentang pembentukan Yayasan TVRI dengan Pimpinan Umum Presiden RI.
- Pada tahun 1964 mulailah dirintis pembangunan Stasiun Penyiaran Daerah dimulai dengan TVRI Stasiun Yogyakarta, yang secara berturut-turut diikuti dengan Stasiun Medan, Surabaya, Makassar, Manado, Denpasar, dan Samarinda.
Pembangunan Stasiun Produksi Keliling
Mulai tahun 1977, secara bertahap di beberapa ibu kota Provinsi dibentuklah Stasiun-stasiun Produksi Keliling atau SPK, yang berfungsi sebagai perwakilan atau koresponden TVRI di daerah, yang terdiri dari:- SPK Jayapura
- SPK Ambon
- SPK Kupang
- SPK Malang (Tahun 1982 diintegrasikan dengan TVRI Stasiun Surabaya)
- SPK Semarang
- SPK Bandung
- SPK Banjarmasin
- SPK Pontianak
- SPK Banda Aceh
- SPK Jambi
- SPK Padang
- SPK Lampung
TVRI pada Era Orde Baru
Tahun 1974, TVRI diubah menjadi salah satu bagian dari organisasi dan tatakerja Departemen Penerangan, yang diberi status Direktorat, langsung bertanggung-jawab pada Direktur Jendral Radio, TV, dan Film, Departemen Penerangan Republik Indonesia.Sebagai alat komunikasi Pemerintah, tugas TVRI adalah menyampaikan informasi tentang kebijakan Pemerintah kepada rakyat dan pada waktu yang bersamaan menciptakan two-way traffic (lalu lintas dua jalur) dari rakyat untuk pemerintah selama tidak mendiskreditkan usaha-usaha Pemerintah.
Pada garis besarnya tujuan kebijakan Pemerintah dan program-programnya adalah untuk membangun bangsa dan negara Indonesia yang modern dengan masyarakat yang aman, adil, tertib dan sejahtera, yang bertujuan supaya tiap warga Indonesia mengenyam kesejahteraan lahiriah dan mental spiritual. Semua kebijaksanaan Pemerintah beserta programnya harus dapat diterjemahkan melalui siaran-siaran dari studio-studio TVRI yang berkedudukan di ibukota maupun daerah dengan cepat, tepat dan baik.
Semua pelaksanaan TVRI baik di ibu kota maupun di Daerah harus meletakkan tekanan kerjanya kepada integrasi, supaya TVRI menjadi suatu well-integrated mass media (media massa yang terintegrasikan dengan baik) Pemerintah.
Tahun 1975, dikeluarkan SK Menpen No. 55 Bahan siaran/KEP/Menpen/1975, TVRI memiliki status ganda yaitu selain sebagai Yayasan Televisi RI juga sebagai Direktorat Televisi, sedang manajemen yang diterapkan yaitu manajemen perkantoran/birokrasi.
Tahun 1991, TVRI diharuskan berbagi 8 jam dengan TPI.
TVRI pada Era Reformasi
Sejak 16 November 1998, TVRI memperkenalkan siaran pagi Senin-Sabtu pada pukul 05.30 WIB hingga pukul 09.30 WIB. Sebelumnya TVRI siaran pagi di luar hari Minggu khusus hari libur nasional dan acara kenegaraan.Bulan Juni 2000, diterbitkan Peraturan Pemerintah No. 36 tahun 2000 tentang perubahan status TVRI menjadi Perusahaan Jawatan (Perjan), yang secara kelembagaan berada di bawah pembinaan dan bertanggung jawab kepada Departemen Keuangan RI.
Bulan Oktober 2001, diterbitkan Peraturan Pemerintah No. 64 tahun 2001 tentang pembinaan Perjan TVRI di bawah kantor Menteri Negara BUMN untuk urusan organisasi dan Departemen Keuangan RI untuk urusan keuangan.
Tanggal 17 April 2002, diterbitkan Peraturan Pemerintah No. 9 tahun 2002, status TVRI diubah menjadi Perseroan Terbatas (PT) TVRI di bawah pengawasan Departemen Keuangan RI dan Kementerian Negara BUMN.
Selanjutnya melalui Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 tahun 2002 tentang Penyiaran, TVRI ditetapkan sebagai Lembaga Penyiaran Publik yang berbentuk badan hukum yang didirikan oleh negara. Semangat yang mendasari lahirnya TVRI sebagai Lembaga Penyiaran Publik adalah untuk melayani informasi untuk kepentingan publik, bersifat netral, mandiri dan tidak komersial.
Peraturan Pemerintah Nomor 13 tahun 2005 menetapkan bahwa tugas TVRI adalah memberikan pelayanan informasi, pendidikan dan hiburan yang sehat, kontrol dan perekat sosial, serta melestarikan budaya bangsa untuk kepentingan seluruh lapisan masyarakat melalui penyelenggaraan penyiaran televisi yang menjangkau seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Televisi Republik Indonesia (TVRI) merupakan stasiun televisi tertua di Indonesia dan satu-satunya televisi yang jangkauannya mencapai seluruh wilayah Indonesia dengan jumlah penonton sekitar 82 persen penduduk Indonesia. Saat ini TVRI memiliki 27 stasiun Daerah dan 1 Stasiun Pusat dengan didukung oleh 376 satuan transmisi yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Ke 27 TVRI Stasiun Daerah tersebut adalah:
- TVRI Stasiun DKI Jakarta
- TVRI Stasiun Aceh
- TVRI Stasiun Sumatera Utara
- TVRI Stasiun Sumatera Selatan dan Bangka Belitung
- TVRI Stasiun Jawa Barat dan Banten
- TVRI Stasiun Jawa Tengah
- TVRI Stasiun Jogyakarta
- TVRI Stasiun Jawa Timur
- TVRI Stasiun Bali
- TVRI Stasiun Sulawesi Selatan
- TVRI Stasiun Kalimantan Timur
- TVRI Stasiun Sumatera Barat
- TVRI Stasiun Jambi
- TVRI Stasiun Riau dan Kepulauan Riau
- TVRI Stasiun Kalimantan Barat
- TVRI Stasiun Kalimantan Selatan
- TVRI Stasiun Kalimantan Tengah
- TVRI Stasiun Papua
- TVRI Stasiun Bengkulu
- TVRI Stasiun Lampung
- TVRI Stasiun Maluku dan Maluku Utara
- TVRI Stasiun Nusa Tenggara Timur
- TVRI Stasiun Nusa Tenggara Barat
- TVRI Stasiun Gorontalo
- TVRI Stasiun Sulawesi Utara
- TVRI Stasiun Sulawesi Tengah
- TVRI Stasiun Sulawesi Tenggara
- TVRI Stasiun Sulawesi Barat
TVRI bersiaran dengan menggunakan dua sistem yaitu VHF dan UHF, setelah selesainya dibangun stasiun pemancar Gunung Tela Bogor pada 18 Mei 2002 dengan kekuatan 80 Kw. Kota-kota yang telah menggunakan UHF yaitu Jakarta, Bandung dan Medan, selain beberapa kota kecil seperti di Kalimantan dan Jawa Timur.
TVRI Pusat Jakarta setiap hari melakukan siaran selama 19 jam, mulai pukul 05.00 WIB hingga 24.00 WIB dengan substansi acara bersifat informatif, edukatif dan entertain.
TVRI dewasa ini
Dengan perubahan status TVRI dari Perusahaan Jawatan ke TV Publik sesuai dengan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang penyiaran, maka TVRI diberi masa transisi selama 3 tahun dengan mengacu Peraturan Pemerintah Nomor 9 tahun 2002 di mana disebutkan TVRI berbentuk Persero atau PT.Melalui Persero ini Pemerintah mengharapkan Direksi TVRI dapat melakukan pembenahan-pembenahan baik di bidang Manajemen, Struktur Organisasi, SDM dan Keuangan. Sehubungan dengan itu Direksi TVRI tengah melakukan konsolidasi, melalui restrukturisasi, pembenahan di bidang Marketing dan Programing, mengingat sikap mental karyawan dan hampir semua acara TVRI masih mengacu pada status Perjan yang kurang memiliki nilai jual.
Khusus mengenai karyawan, Direksi TVRI melalui restrukturisasi akan diketahui jumlah sumber daya manusia yang dibutuhkan, berdasarkan kemampuan masing-masing individu karyawan untuk mengisi fungsi-fungsi yang ada dalam struktur organisasi sesuai dengan keahlian dan profesi masing-masing, dengan kualifikasi yang jelas.
Melalui restrukturisasi tersebut akan diketahui apakah untuk mengisi fungsi tersebut di atas dapat diketahui, dan apakah perlu dicari tenaga profesional dari luar atau dapat memanfaatkan sumberdaya TVRI yang tersedia.
Dalam bentuk Persero selama masa transisi ini, TVRI benar-benar diuji untuk belajar mandiri dengan menggali dana dari berbagai sumber antara lain dalam bentuk kerjasama dengan pihak luar baik swasta maupun sesama BUMN serta meningkatkan profesionalisme karyawan.
Dengan adanya masa transisi selama 3 tahun ini, diharapkan TVRI akan dapat memenuhi kriteria yang disyaratkan oleh undang-undang penyiaran yaitu sebagai TV publik dengan sasaran khalayak yang jelas.
Bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional tanggal 20 Mei 2003 yang lalu, TVRI mengoperasikan kembali seluruh pemancar stasiun relay TVRI sebanyak 376 buah, yang tersebar di seluruh Indonesia.
Sebagai stasiun televisi pertama di negeri ini, TVRI telah melalui perjalanan panjang dan mempunyai peran strategis dalam perjuangan dan perjalanan kehidupan bangsa. Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang penyiaran, bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke-44 (24 Agustus 2006), TVRI resmi menjadi Lembaga Penyiaran Publik.
Kontroversi
Pada 6 Juni 2013 pagi, TVRI menayangkan siaran tunda acara Muktamar Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di Senayan Jakarta. [1] Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Idy Muzayyad menilai TVRI sebagai lembaga penyiaran publik telah 'mengalami disorientasi kebangsaan dengan menayangkan hal ini karena ideologi HTI yang mempermasalahkan ideologi negara, nasionalisme dan menolak demokrasi'. TVRI dipanggil dan terbuka kemungkinan dijatuhkan sanksi. [2]Programa 2
TVRI juga memiliki Programa 2 Jakarta, pada saluran/chanel 8 VHF. Programa 2 mulai mengudara pada April 1989 dengan acara tunggal siaran berita bahasa Inggris dengan nama Six Thirty Report selama setengah jam pukul 18.30 WIB, di bawah tanggung jawab bagian Pemberitaan.Pada perkembangannya rubrik tersebut berubah nama menjadi English News Service (ENS).
Programa 2 TVRI kini mengudara mulai pukul 16.00 - 21.00 WIB dengan berbagai jenis acara berita dan hiburan.
Sekarang ini tengah dilakukan negosiasi dengan pihak swasta untuk bekerjasama di bidang manajemen produksi dan siaran programa 2 TVRI Jakarta dan sekitarnya, dengan adanya rencana perubahan frekuensi dari VHF ke UHF. Di bidang isi siaran akan lebih ditekankan kepada paket-paket jadi (can product) dengan materi siaran untuk konsumsi masyarakat metropolitan Jakarta.
Stasiun
Stasiun Pusat TVRI berada di Jakarta, dan TVRI memiliki stasiun relay pada sejumlah kota di Indonesia. Selain TVRI Stasiun Pusat Jakarta, juga terdapat TVRI Stasiun Daerah pada beberapa ibukota provinsi di Indonesia. TVRI Stasiun Daerah selain merelay TVRI Jakarta, juga memiliki acara yang bersifat lokal (termasuk Berita Daerah) pada jam-jam tertentu. TVRI Stasiun Daerah pada umumnya juga direlay oleh stasiun relay di wilayah provinsi tersebut.Berikut adalah daftar TVRI Stasiun Daerah:
- Sumatera:
- TVRI Aceh (Banda Aceh)
- TVRI Jambi (Jambi)
- TVRI Sumatera Barat (Padang)
- TVRI Sumatera Selatan (Palembang)
- TVRI Sumatera Utara (Medan)
- TVRI Bangka Belitung (Pangkalpinang)
- TVRI Riau Kepri (Pekanbaru)
- TVRI Lampung (Bandar Lampung)
- TVRI Bengkulu (Bengkulu)
- Jawa:
- TVRI Jawa Barat (Bandung)
- TVRI Jawa Tengah (Semarang)
- TVRI Jawa Timur (Surabaya)
- TVRI Jogja (Yogyakarta)
- TVRI DKI Jakarta dan Banten (Jakarta)
- Bali dan Nusa Tenggara:
- TVRI Bali (Denpasar)
- TVRI Nusa Tenggara Barat (Mataram)
- TVRI Nusa Tenggara Timur (Kupang)
- Kalimantan:
- TVRI Kalimantan Timur (Samarinda)
- TVRI Kalimantan Tengah (Palangkaraya)
- TVRI Kalimantan Selatan (Banjarmasin)
- TVRI Kalimantan Barat (Pontianak)
- Sulawesi:
- TVRI Gorontalo (Gorontalo)
- TVRI Sulawesi Utara (Manado)
- TVRI Sulawesi Barat (Mamuju)
- TVRI Sulawesi Tengah (Palu)
- TVRI Sulawesi Tenggara (Kendari)
- TVRI Sulawesi Selatan (Makassar)
- Maluku dan Papua:
- TVRI Maluku (Ambon)
- TVRI Papua (Jayapura)
Galeri logo
Saluran televisi AS dan Kanada
ABC · CBS · NBC · PBS · FOX · MyNetworkTV · CNBC · USA Network · Ion · Nickelodeon · E! · CBC · Cartoon Network
Saluran televisi Internasional
Discovery · Disney · Australia · BBC Knowledge · MSNBC · TV9 · ntv7
Saluran televisi Indonesia
antv · BeritaSatu TV · Global TV · Indosiar · iNews TV · Jawa Pos TV · Kompas TV · MetroTV · MNCTV · NET. · RCTI · RTV · SCTV · Spacetoon · Trans TV · Trans7 · tvOne · TVRI · TV Edukasi
ABC · CBS · NBC · PBS · FOX · MyNetworkTV · CNBC · USA Network · Ion · Nickelodeon · E! · CBC · Cartoon Network
Saluran televisi Internasional
Discovery · Disney · Australia · BBC Knowledge · MSNBC · TV9 · ntv7
Saluran televisi Indonesia
antv · BeritaSatu TV · Global TV · Indosiar · iNews TV · Jawa Pos TV · Kompas TV · MetroTV · MNCTV · NET. · RCTI · RTV · SCTV · Spacetoon · Trans TV · Trans7 · tvOne · TVRI · TV Edukasi
Acara terkenal
Anak-anak
Impor
Filler
Berita
Olahraga
- Monitor Olahraga
- Dari Gelanggang ke Gelanggang
- Arena Ke Arena
- PON
- Speedometer
- Ligue 1 Prancis (2010)
- Serie A Italia (2004-2005, 2012-2013)
Sosial
Varietas
Religi
- Tele Dakwah
- Hikmah Pagi
- Mimbar Rohani Agama Kristen
- Mimbar Rohani Agama Katolik
- Mimbar Rohani Agama Buddha
- Mimbar Rohani Agama Hindu
- Lintas Agama
- Percik Perenungan
- Gereja Tiberias Indonesia
- Salat Jumat dari Masjid Istiqlal Jakarta
Klinika
Lainnya (Iklan)
- Mana Suka Siaran Niaga (siaran iklan)
- Rejoice (1975)
- Baygon (1978)
- Rinso(1979)
- Gaga(1980)
- Molto (1981)
- Lifebuoy (1982)
- Ajinomoto (1983)
- Teh Sari Wangi (1984)
- Bodrexin (1985)
- Bank Niaga (1986)
- Lippobank (1987)
- Bank BNI(1988)
- Bank BTN (1990)
Musik
Komedi
Penyiar
Penyiar Tetap
- Aldi Hawari
- Hamdan Alkafi
- Imam Priyono
- Muhhamad Robitho Hamdani
- Gumilang Adiputra
- Theodourus Daniel
- Rizky Ikra Negara
- Sari Putri
- Nurul Naila
- Pamelia Safdia
- Anastasia Praditha
- Lenny Hadiawati
- Norma Novicka
- Kamila Aswan
- Nirma Ramadaniya
- Happy Goeritman
- Kenan Judge
Penyiar Non Berita
- Ido Haddy Purba (Di Ayo Bernyanyi)
- Poppzle (Di Ayo Bernyanyi)
- Lona Cindy (Di Ayo Bernyanyi)
- Shahnaz Haque (Di Buah Hatiku Sayang)
Mantan Penyiar
- Hasan Ashari Oramahi
- Anita Rachman
- Daniar Achri (Sekarang di Kompas TV)
- Amie Ardhini (dahulu di Kompas TV dan sekarang di BeritaSatu)
Referensi
Pranala luar
Langganan:
Komentar (Atom)
